Senin, 09 April 2018

Investasi di Sulut Terus Meningkat

JUMAT, 6 April 2018, Gubernur Olly Dondokambey, SE, menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran (TA) 2017 di hadapan pimpinan dan anggota DPRD Sulut, turut hadir pada rapat paripurna Wakil Gubernur Drs. Steven O. E. Kandouw, Kapolda Irjen Pol Bambang Waskito, Kajati Roskanedi SH, MH dan para pejabat Pemprov Sulut.
Pada Jumat siang itulah terungkap bahwa investasi PMA (Penanaman Modal Asing) mengalami peningkatkan yang signifikan. Tahun 2017, investasi PMA dan PMDN bertengger pada angka Rp 7,9 Triliun. Angka yang memang spektakuler, sebab pada RPJMD sebanyak 346 proyek dengan nilai target hanya sebesar Rp 2,5 Triliun. Dengan demikian, kelipatannya mencapai 317,44% dari target yang ditetapkan.
Lebih menggembirakan, optimalisasi potensi pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2017 mampu dilakukan pemerintah provinsi Sulut. Tahun 2017 PAD mencapai Rp 1,4 Triliun, meningkat cukup baik dari tahun 2016 yang mencapai angka Rp 981 Milyar. Tahun-tahun mendatang, sejumlah potensi PAD masih dapat dioptimalkan sebab pada tahun 2017 optimalisasi tertuju pada kebijakan intensifikasi dan ekstensifikasi.
Maka sampai tahun 2017, kinerja pemerintah provinsi Sulut yang dinakhodai Gubernur Olly Dondokambey, SE, dan damping Wakil Gubernur Drs Drs. Steven O. E Kandouw benar-benar mengalami peningkatan progresif di berbagai bidang. Capaian itu, sudah tentu, tidak lepas dari peran serta para pimpinan dan staf seluruh Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) serta berbagai elemen mitra kerja, termasuk kesertaan peran masyarakat Sulawesi Utara.
Pada kesempatan LKPJ tersebut, Gubernur Olly Dondokambey, SE, juga secara terbuka menyampaikan bahwa Sulut memperoleh dana perimbangan sebesar Rp 2.5 Triliun dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 77 Milyar sehingga secara keseluruhan total pendapatan daerah sebesar Rp 3,731 Triliun lebih.
Sejak awal memimpin Sulut, Gubernur Olly Dondokambey, SE, melakukan gebrakan pengelolaan potensi di bidang pariwisata yang di dalamnya mencakup perkembangan sarana penunjang pariwisata seperti hotel dan kuliner. Pada LKPJ kali ini, Gubernur Olly juga menyampaikan bahwa tahun 2017 telah dilakukan pengembangan pariwisata, termasuk promosi ke mancanegara dan keikutsertaan dalam berbagai pameran promosi, yang berdampak pada meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara. Hingga tahun 2017, wisatawan mancanegara mencapai 86.000 orang, sedangkan wisatawan nusantara berjumlah 1.698.523 orang.
Bertumbuhnya investasi PMA dan PMDN di Sulut, dominan berada pada sektor pariwisata. Investasi bidang pariwisata mengalami kenaikan signifikan dari Rp 4,5 Triliun di tahun 2016, naik menjadi Rp 6 Triliun di tahun 2017. Pertumbuhan investasi ini berimbas pada peningkatan ekonomi. Oleh sebab itu, perekonomian Sulut tahun 2017 tumbuh sebesar 6,32 %, dengan kata lain meningkat sebesar 0,15 % dari tahun 2016 yang berada pada poin 6,17 %.
Sementara itu, kuantitas masyarakat miskin di Sulut mengalami penurunan. Dalam bahasa pemerintah, angka kemiskinan turun karena mampu ditekan sebesar 0,3 % dari angka 8,20 % pada tahun 2016 menjadi 7,9 % di tahun 2017. Begitu juga dengan jumlah masyarakat produktif yang tidak punya pekerjaan; bahwa angka pengangguran Sulut sebesar 6,20 % di tahun 2016 berkurang menjadi 6,18 % pada tahun 2017. Untuk inflasi, turun dari 3,31% di tahun 2016, menjadi 2,44% di tahun 2017.
Adapun pada bidang pendidikan, Gubernur Olly Dondokambey,SE, secara terbuka menyebut berbagai kemajuan dan prestasi yang telah dicapai. Mulai dari Angka Partisipasi Kasar (APK), untuk SD 106,09 %, SMP 106.93 % dan SMA 88,22 %. Angka Partisipasi Murni (APM) pada SD 89,93 %, SMP 76,19 %  dan SMA 61,97 %. Lalu Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 7-12 tahun sebesar 98,12 %, usia 13-15 tahun sebesar 88,50 % dan usia 16-18 tahun sebesar 68,52 %.
Begitu pula dengan angka putus sekolah, tingkat SD 0,13 %, SMP 0,37 % dan SMA 0,08 % serta SMK 0,40 %. Angka Melek Huruf 99,63 %, dengan ungkapan lain bahwa pemerintah Sulut telah mampu menekan angka buta huruf hingga titik 0,37 %, dengan kontribusi rata-rata bersekolah mencapai 9,09 tahun dan tingkat kelulusan untuk SD mencapai 100% kelulusan, SMP 99,99 %, SMA 99.97 %, SMK 99,96 %.        
Peningkatan terjadi juga pada kualitas kesehatan masyarakat Sulut. Dalam capaian kinerja pemerintah provinsi, Angka Harapan Hidup (AHH) meningkat hingga mencapai 71.02 tahun. Jumlah kasus gizi buruk dari 40 kasus di tahun 2016, turun drastis hingga 25 kasus di tahun 2017 (berkurang 38 %).
Terhadap kasus gizi buruk itu, telah dilakukan perawatan mencapai 100 %, sedangkan Angka Kematian Ibu (AKI) menurun dari 54 kasus di tahun 2016 menjadi 36 kasus di tahun 2017, angka kematian bayi juga menurun dari 250 kasus pada tahun 2016, menjadi 161 kasus di tahun 2017.(alfeyn gilingan/*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar